NILAI IBADAH SHALAT

عن ابي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : الصلاة عماد الدين فيها عشر خصال:زين الوجه، ونور القلب، وراحة البدان، وامن فى القبر، ومنزل الرحمة، ومفتاح السماء، وثقل الميزان، ومرضاة الرب، وثمن الجنة، وحجاب من النار، فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين (رواه ابن النصر)

Dari Abi Hurairah r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda :

Shalat adalah tiang agama, dia mengandung sepuluh keutamaan, wajah yang cerah, hati yang terang, badan yang segar, pengaman didalam kubur, tempat turun rahmat, anak kunci rezeki, menambah berat timbangan, mendapat ridha ilahi, menikmati sorga, dan perisai terhadap api neraka.

Barang siapa melaksanakan shalat sesungguhnya, ia telah menegakkan agama. Barang siapa meninggalkannya, sungguhnya ia telah meruntuhkan agama. ( Riwayat Ibnu Nashar )

 

Ibadah shalat,mutiara Isra’- Mi’raj

PERISTIWA Isra’ dam Mi’raj yang pada umumnya diperingati oleh kaum muslimin diseluruh dunia, dengan saran dan tujuan mengangkat nilai utama yang terkandung didalam peristiwa yang mengagumkan itu, Adalah suatu hal yang melontarkan nilai nilai historis, sosiologis, dan edukatif. Tetapi yang paling penting yaitu nilai nilai ubudiah, karena mulai pada saat itu diperintahkan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah shalat, yang mengandung dampak positif, baik dalam membentuk manusia yang berkualitas, insan kamil, yang senantiasa mengadakan hubungan antara makhluq dan khaliq, maupun menjalin hubungan antara sesama makhluq.

Dalam hadits yang diuraikan yang dikutip diatas diuraikan secara rinci dan sismatik, sebagai berikut:

(1).    Membentuk wajah yang cerah 

MUSLIM yang secara tertib melaksanakan ibadah shalat yang lima waktu sehari semalam, kelihatan mukanya cerah dan jernih, yang melukiskan semangat pengharapan dan optimisme. Hal itu memang sudah sewajarnya, bukankah setiap akan memulai shalat ia membersihkan mukanya lima kali dalam sehari semalam? Dibersihkan dengan air yang diyakininya sebagai jernih dan suci.

Berbeda halnya dengan orang orang yang jarang atau tidak melaksanakan shalat, mukanya kelihatan gelap walaupun dipolesnya dengan alat alat kosmetika. Jika bertemu dengan orang lain, mukanya kelihatan gelap, kalau diajak bicara, pada umumnya kurang tanggap dan tidak simpatik.Kalau diajak  membicarakan sesuatu masalah lebih banyak mengeluh dan bersikap pesimis.

Boleh percaya atau tidak, tapi itu adalah suatu kenyataan. Mau membuktikan sendiri supaya yakin, lakukanlah shalat secara tertip dan teratur. Insya Allah wajahmu akan snantiasa kelihatan cerah, selalu memantulkan makna dan lukisan yang menyenangkan.

(2).    Hati yang terang benderang

PRIBADI manusia dibentuk oleh jiwanya, rohaninya. Kalau hatinya lapang, maka pembawaan, sikap, dan tindakannya kelihatan tidak kaku, luwes. Tetapi kalau hati sedang gelap, maka pengaruh kegelapan itu akan berbekas pada kepada lahiriahnya. Ketika melaksanakan shalat, manusia muslim dilatih supaya memusatkan pikirannya kepada satu titik yaitu menyembah ilahi. Latihan yang demikian menciptakan ketenangan dan kedamaian.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah pernah mengatakan : “Dalam diri manusia ada segumpal daging. Kalau daging itu baik, maka seluruh badan akan menjadi baik. Tetapi jika daging itu rusak, seluruh badan akan menjadi rusak. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati”.

Ada ingin tenang dan tidak gelisah dalam kehidupan? Selalulah mengadakan komunikasi dengan Penguasa Tunggal, senantiasa ingat kepada-Nya. Salah satu sarana supaya selaluingat kepada Rabbul Jalali ialah selalu selalu mengerjakan shalat secaara tertib. Dalam hadits yang lain disebutkan oleh Rasulullah : “Hati akan tenang dan mantap jika hati selalu jngat kepada Rabbul ‘Izzati. Ketahuilah , bahwa dengan selalu ingat kepada Allah, hati akan menjadi tenang dan mantap”.

Mau membuktikan sendiri, lakukanlah shalat wajib secara tertib dan teratur.

(3).    Jasmani menjdi segar

MODAL manusia selama hidup, baik untuk kepentingan kehidupan didunia ini, maupun untuk kebahagiaan diakhirat kelak, ialah jasmani atau badan yang sehat. Jika badan sehat, dapat berbuat kebaikan kepada Allah dan berbuat baik terhadap sesama manusia dan masyarakat. Sebaliknya jika badan senantiasa sakit, maka bakti dan karyapun berkurang, atau terhenti sama sekali.

Ketika mengerjakan shalat, manusia muslim harus melakukan gerak badan yang mengandung nilai- nilai kesegaran jasmaniah. Seperti diketahui, tata cara melaksanakan shalat itu tidak dilakukan secara stasioner, tetapi dengan gerakan badan. Adakalanya berdiri tegak, adapengaman dalam kuburpula saatnya membungkukkan badan, kemudian sujud kebawah, setelah itu duduk diats tapak kaki berlipat, kemudian bangkit kembali. Gerakan itu dilaksanakan silih berganti 17 kali daalam sehari semalam.

Dokter- dokter diseluruh dunia satu pendapat bahwa gerak badan yang dilakukan pada waktu mengerjakan shalat itu merupakan gerakan senam yang mempunyai dampak positif terhadap kesehatan jasmaniah.

(4).    Alat pengaman didalam kubur

SESUAI dengan keyakinan seorang muslim bahwa kubur itu adalah satu kehidupan transit sebelum pindah kealam akhirat, maka shalat yang dilaksanakan ketika hidup didunia ini merupakan alat pengaman untuk menghadapi masalah-masalah yang akan ditemukan didalam kubur.

(5).    Tempat turun rahmat

SHALAT itu berfungsi laksana tempat turun rahmat yang akan mencurahkan kasih saying ilahi kepada hamba-Nya dalam arti yang seluas-luasnya.

(6).    Anak kunci langit

DIMAKSUD dengan anak kunci langit dalam kalimat ini adalah anak kunci rezki. Ketekunan melaksanakan ibadah shalat dapat menghilangkan kegelisahan dan kekecewaan dalam mengharapkan kedatangan rezki, yang pada umumnya mengalami pasang naik dan surut penuh dengan tantangan.

(7).    Memberatkan timbangan

SETIAP muslim beriman bahwa dalam kehidupan akhirat kelak, setiap orang akan dihadapkan kepada satu timbangan, dimana diukur dan ditimbang perbuatan yang dilakukannya selama hidup didunia. Ibadah shalat yang dilakukan didunia merupakan anak timbangan yang akan memberatkan kepada posisi yang menguntungkan.

(8).    Mendapat ridha ilahi

SETIAP MUSLIM senantiasa mengharapkan dan memohon ridha ilahi. Artinya, segala perbuatan dan tindakan hendaknya disukai Allah dalam arti mendapat restu-Nya, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Orang yang melaksanakan shalat bersikap menerima kenyataan sesudah berusaha, tidak mengomel dan mencari-cari orang lain menjadi kambing hitam, bersikap ridha menghadapi setiap situasi dan kondisi, insya Allah dia juga akan diridhai Allah, sesuai dengan firman ilahi :”Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya” (Al-Bayinah,8)

(9)     Menikmati kehidupan surge

DALAM kehidupan akhirat kelak, orang- orang yang senantiasa melaksanakan shalat itu akan menikmati kehidupan yang bahagia di surga, seperti dijanjikan Allah dalam banyak ayat-ayat pada kitab suci Al quran.

(10)   Menjadi perisai neraka

PADA akhirnya diterangkan dalam hadits tersebut, bahwa ibadah shalat itu berfungsi diakhirat kelak sebagai dinding atau perisai yang membendung manusia dari api neraka. Demikian dampak atau nilai-nilai yang positif dari ibadah shalat itu, baik dalam kehidupan dunia, maupun dalam kehidupan diakhirat kelak.

Sesuai dengan jaminan ilahi, ibadah shalat memberikan keuntungan (falah) kepada manusia muslim, seperti ditegaskan dalam al qur an. “Sesungguhnya beruntunglah orang- orang mukmin yang mengerjakan shalat dengan tunduk dan kosentrasi”.(Al- Mukminun, 1-2)

 

 

JIKA PENGUNJUNG BLOG INI BERBELANJA ONLINE, SILAKAN BERBELANJA DI:

https://www.olshop88.com/tokoglobal

Link diatas adalah milik Pesantren Terpadu Global Madani.

Dengan berbelanja online melalui link tersebut para pengunjung  telah turut berinfak untuk

kepentingan pendidikan Islam.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AQAIDIL IMAN (BAHASA ACEH DALAM TULISAN ARAB)

GOSIP

BINATANG MASUK SORGA?