ASHHABUL UKHDUD


Celakalah orang yang menggali pait.Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ktika mereka duduk disekitarnya.Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka pebuat terhadap orang orang beriman (QS. Alburuuj: 1-7).

Ukhdud  bemakna parit atau lobang yang digali diatas pemukaan tanah, lalu memasukkan kayu bakar dan dibakar didalamnya, kemudian orang beriman dibakar hidup-hidup bila tetap beriman kepada Allah.Ini adalah cara pembunuhan massal yang dilakukan terhadap orang yang bebeda aqidah yang di praktekkan oleh seorang raja Najran di Yaman sebelum Islam datang membawa kedamaian. Jadi Ashhabul Ukhdud bermakna orang yang menggali parit atau menggali lobang api.
Cerita menarik ini dikisahkan kembali oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut.

Dahulukala ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir, dan ketika ia merasa sudah tua, ia berkata kepada raja: “Kini aku telah tua, karena itu kirimkan kepadaku seorang pemuda untuk kuajarkan kepadanya ilmu sihi, supaya dapat menggantikan kedudukanku kelak disisi raja “. Maka raja memilih seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir, pada ahli ssihir tersebut.

Bertepatan dijalan yang dilalui pemuda ketika menuju tempat pendidikan ilmu sihir, ada seorang rahib (pendeta) yang mengajar agama nasrani diumahnya, maka singgahlah pemuda itu dimajlis tersebut untuk mendengar ajaran agama, maka tetariklah ia dan merasa puas, sehingga terlambat datangnya kemajlis guru sihir, karena ia terlambat maka ia dipukul oleh guru sihir. Karena sering dipukul, maka ia mengadu kepada Rahib.Rahib mengajarkan kepada anak muda cara menghadapi Guru Sihir.Jika kamu takut pada Guru Sihir, maka katakan padanya: “Aku terlambat karena membantu ibu dirumah”.Dan bila kamu pulang terlambat katakan pada ibumu:”Saya dilarang pulang cepat oleh Guru Sihir karena ada pelajaran tambahan yang harus dipelajari”.Maka berjalanlah keadaan ini dengan baik, dan pada suatu hari ketika ia pergi tiba- tiba ada binatang buas besar ditengah jalan, sehingga menyebabkan terhentinya semua orang yang akan melalui jalan itu. Maka pemuda itu berkata: “Hari ini aku akan mengetahui ajaran Guru Sihirkah yang lebih baik atau ajaran Rahib?”.

Maka ia mengambil batu sambil berkata: “ Ya, Allah jika ajaran Rahib lebih kamu sukai daripada ajaran Guru Sihir, maka bunuhlah binatang ini supaya orang dapat berjalan”. Kemudian dilempar binatang itu, dan seketika itu mati, sehingga orang dapat berjalan dengan aman. Kemudian ia segera menyampaikan kejadian itu kepada Rahib. Lalu Rahib berkata kepadanya: “Anakku, kamu sekarang lebih hebat daripadaku, dan kamu akan mendapat cobaan”. Apabila kamu mendapat cobaan maka jangan sekali-kali menunjukkan aku sebagai gurumu.Kemudian pemuda itu mendapat kurnia besar daripada Allah, hingga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama yang biasanya tidak dapat disembuhkan oleh manusia, seperti buta, belang dan penyakit berat lainnya. Kemampuan anak muda tersebut terdengar oleh seorang sahabat raja, yang menderita sakit mata hingga buta, dan telah  berobat kemana-manatetapi tidak pernah sembuh. Kemudian datanglah ia kepada pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak.Lalu ia berkata :”Jika kamu dapat menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan memberikan apa saja permintaanmu”.

Jawab pemuda : “ Sebenarnya saya tidak dapat menyembuhkan, hanya Allah yang dapat menyembuhkan”. Jika kamu percaya kepada Allah, maka saya akan berdoa dan Allah yang menyembuhkan. Maka segera ia beriman kepada Allah, kemudian pemuda itu berdoa, maka seketika itu juga sembuh dan dapat melihat kembali. Kemudian ia hadir di majlis raja sebagaimana biasa, maka heranlah raja melihat ia sudah sembuh dan dapat melihat kembali. Raja bertanya : “siapakah yang  menyembuhkan matamu?” Jawabnya : “Tuhanku”. Lalu raja betanya : “Apakah kamu pecaya pada Tuhan selain aku?” Ia menjawab : “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”
Maka ia segera disiksa oleh raja dan dipaksa supaya kembali bertuhan kepada raja, tetapi ia tetap tidak berubah keimanannya, sementara raja terus menyiksanya sehingga ia terpaksa menunjukkan pemuda itu.

Maka dipanggil pemuda itu dan ditanya oleh raja. Hai anak muda! Sihirmu telah mencapai puncaknya sehingga kamu telah dapat menyembuhkan Orang buta dan penyakit belang. Pemuda itu menjawab : “Sebenarnya saya tidak dapat menyembuhkan orang,  hanya Allah yang dapat menyembuhkan semua itu”. Mendengar jaaban itu, raja marah dan segera menangkap pemuda dan menyiksanya, hingga ia terpaksa menunjuk Rahib. Kemudian raja memanggil Rahib dan memerintahkan supaya meninggalkan agamanya. Tetapi Rahib tetap dengan pendiriannya dan menolak permintaan raja. Maka disediakan gergaji dan digergaji dari atas kepala sehingga terbelah dua badan Rahib itu.

Kemudian dipanggil kawan raja dan diperintahkan supaya meninggalkan agamanya dan ketika menolak, segera digergaji sehingga badannya terbelh dua. Kemudian dihadapkan pemuda itu dan diperintahkan supaya melepaskan agama Tuhannya, pemuda inipun menolak perintah raja. Kemudian raja menyerahkan pemuda ini kepada beberapa orang tentaranya. Raja berkata kepada mereka: “Bawalah pemuda ini keatas bukit, bila telah berada dipuncak bukit, maka tawarkan padanya, jika ia suka meninggalkan agamanya, lepaskan, bila tidak, dan tetap menolak agama kami, maka lemparkan ia kebawah supaya mati”.

Maka ketika telah berada diatas bukit, pemuda itu berdoa: “Ya Allah hindarkan aku dari mereka ini dengan sekehendak-Mu.”
Maka bergeraklah bukit, hingga jatuh semua tentara yang membawanya dan mati semuanya. Pemuda itu kembali kepada raja. Lalu raja bertanya: “Kemana tentara yang membawa kamu?” Jawabnya: “Allah telah menghidarkan aku dari rencana mereka”. Kemudian raja menyerahkan pemuda kepada beberapa tentara yang lain untuk dibawa naik perahu dan dibawa ketengah laut, maka bila telah berada ditengah laut, ditawarkan kepadanya supaya kebmbali keagama raja, bila tidak mau maka buanglah ia kedalam laut.

Ketika sampai ditengah laut pemuda itu berdoa :”Ya Allah hindarkan aku dari kejahatan orang-orang ini sekehendak-Mu”. Maka terbaliklah perahu, sehingga tenggelam semua tntara itu, dan si pemuda segera kembali kepada raja. Raja bertanya :”Kemana tentara yang membawamu?” Anak muda menjawab :”Allah telah menyelamatkan aku dari kejahatan mereka ”. Lalu pemuda itu berkata kepada raja.Engkau tidak akan dapat membunuhku, kecuali engkau menuruti perintahku. Apa itu raja bertanya? Anak muda menjawab :”Engkau kumpulkan semua rakyat disuatu lapangan, lalu kamu gantungkan badanku dibatang pohon, kemudian kamu ambil anak panah kamu pasang dibusur”.Lalu kamu lepaskan anak panah kearahku sambil membaca Bismillahir rabbil ghulam (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini). Bila kamu lakukan demikian barulah kamu dapat membunuhku.

Maka segeralah raja mengumpulkan rakyat disuatu lapangan, kemudian menggantung pemuda itu dibatang pohon, lalu mengambil anak panah dan diletakkan dibusurnya lalu membaca : “Bismillahir rabbil ghulam” (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), lalu melepaskan anak panah kearah pemuda itu, yang langsung mengenai pelipisnya, maka pemuda itu meletakkan tangan dipelipisnya hingga mati. Maka serentaklah rakyat semua berkata: “Amanna birabbil ghulam” (Kami percaya pada Tuhannya pemuda ini). Sehingga kepercayaan kepada Allah merata disemua lapisan rakyat. Kemudian dilaporkan kepada raja bahwa rakyat semua telah beriman kepada Tuhan Allah, maka apa yang dikhawatirkan oleh raja telah terjadi.

Maka raja segera memerintahkan supaya membuat parit besar distetiap persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api didalam parit, dan setiap orang yang meleati tempat itu dipaksa supaya meninggalkan agamanya, bila menolak langsung dilemparkan kedalam parit api tersebut. Maka dilaksanakan perintah raja dan banyak orang-orang yang tersiksa (terbakar) dalam parit, sehingga datang seorang ibu yang membawa bayinya, ketika ia diminta merobah agamanya, ia menolak, dan ketika ditarik anaknya untuk dilempar kedalam parit api ia akan menyerah karena saying pada anaknya, tiba-tiba bayi itu bebicara : “Wahai ibu, sabarlah!” karena kamu berada dalam kebenaran.(HR. Muslim)

Ditulis oleh : H. Subki El Madny

PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan Pesantren Global Madani  Aceh Utara melalui
Rekening kami  pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor rekening :
7650-01-008340-53-3, an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.

atau kami dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AQAIDIL IMAN (BAHASA ACEH DALAM TULISAN ARAB)

GOSIP

BINATANG MASUK SORGA?