PIKUN DI HARI TUA



وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (النحل ٧٠)
Allah menciptakan kamu, kemudian mematikan kamu, dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (an-Nahl,70)
ALOIS ALZHEIMER adalah seorang berkebangsaan Jerman yang hidup antara tahun 1864 sampai tahun 1910. Ia adalah seorang genius, seorang Ibnu Sina abad mutakhir. Ia adalah seorang dokter ahli penyakit saraf berbakat. Berkat ketekunan kerja risetnya dipentas klink, maka terungkaplah suatu penyakit yang dikemudian hari dietimologikan pada namanya, disebutnya dengan istilah Penyakit Alzheimer.
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok pikun dihari tua, yang dipentas kedokteran lebih dikenal dengan istilah demensia senilis, suatu istilah kedokteran Indonesia yang beretimologi pada dua kata Latin, dementere + sinilis yang masing masing berarti, menjadikan gila + usia lanjut

PIKUN DIHARI TUA merupakan kepatologian yang menjangkiti iaringan jaringan pada sistem saraf, terutama dijaringan jaringan otak besar. Dan ini adalah sebuah organ vital ditubuh yang terlindung secara baik berkat adanya beberapa struktur dikepala yang mebentuk uatu kesatuan arsitektur yang sampai bats tertentu dapat meredam (ruda paksa yang datang dari luar, misalnya jotosan seorang petinju). Sekurang-kurangnya ada tiga struktur yang berperan serta dalam menentukan arsitektur tersebut, yakni (a) tulang tengkorak yang berdinding lentur yang tersusun dari lempengan lempengan tulang bersambung; (b) cairan didalam tulang tengkorak yeng berdinding telur yang menjadi tempat berendamnya jaringan jaringan otak serta (c) beberapa selaput yang bertindak sebagai selubung otak.
Selanjutnya dapat ditambahkan bahwa otak adalah sebuah organ yang terdiri dari beberapa bahagian utama yang dalam Ilmu Anatomi disebut lobus atau baga atau bongkah. Otak besar terdiri dari beberapa lobus atau bongkah yakni lobus fontal, lobus pariental, lobus oksipital, lobus temporalis dan lobus sentral. Tiap tiap lobus menempati posisinya sendiri, sedangkan fungsinya berbeda beda.
Fungsi otak antara lain mengendalikan gerakan gerakan tubuh. Fungsi lainnya yang lebih penting adalah fungsi intelektualnya, yaitu fungsi antara lain berkaitan dengan ingat mengingat yang membedakan sesuatu yang baik dari yang buruk serta menentukan personal make-up dan lain sebagainya.
Fungsi otak merupakan kualitas dinamis. Pada awalnya, kemampuan untuk mengingat itu minim, kemudian tumbuh dan berkembang sampai maksimum. Dan pada suatu titik, ia tidak hanya menghentikan pertumbuhannya, melainkan juga akan akan mengalami kemunduran dan penurunan. Kemunduran dan penurunan fungsi otak yang bisa terjadi dengan  lambat atau cepat ditentukan oleh lambat cepatnya suatu proses yang berlangsung di sel- sel atau jaringan- jaringan di otak yang disebut otrofi. Suatu istilah kedokteran yang berasal dari kata Yunani atrophia, yang berarti penyusutan dan penurunan pada ukuran serta timbangan yang dapat terjadi di sembarang organ termasuk otak.
Pada umumnya proses atrofi akan terjadi pada suatu organ, manakala ia tidak melakukan aktivitasnya. Manakala ia tidak melakukan fungsinya sebagai adekuat. Otot- otot di tungkai misalnya akan mengalami proses atrofi, jika siempunya tungkai tidak lagi mau melakukan gerak jalan atau sekurang-kurangnya enggan berjalan di pagi hari ke masjid terdekat untuk bersembahyang subuh.
Sebagaimana otot- otot di tungkai akan mengalami atrofi, demikisn pula sel- sel dan jaringan di otak akan mengalami nasib yang sama manakala aktivitasnya berhenti, seperti misalnya jika anda menjalani masa pensiun di hari tua. Manakala anda menganggurkan funsi otak, maka dalam perjalanan waktu menuju keusia lebih lanjut, otak anda akan mengalami atrofi dan andapun pada akhirnya akan menjadi deminsia senilis.
Pada pemeriksaan dengan computer tomography penderita dengan demensia senilis akan menampilkan gambaran otak yang mengecil dan mengisut yang beratnya lebih ringan dari berat normal. Orang yang otaknya sudah atrofik akan menampilkan tanda dan gejala penyakit pikun di hari tua yang didominasi oleh kesulitan mengingat- ingat dan kemudahan untuk lupa. Pada umumnya juga ditemukan perubahan psikiatrik seperti misalnya depresi, paranoidisme (kecurigaan yang berlebihan) dan rasa cemas yang mencekam. Seringkali ditemukan kenyataan bahwa kepribadian dan intelek sang penderita mengalami disintegrasi.
Perhatian penderita pada dunia luar menurun sekali. Penderita tidak lagi acuh dengan apa yang terjadi disekitarnya. Pandangan hidupnya menciut. Inisitif untuk bertindak menghilang. Waupun demikan sang penderita masih mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan rutin yang diakrabinya sejak usia muda. Penderita pada umumnya tidak sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baru.
Selanjutnya penderita demensia senilis dapat memperlihatkan gangguan pada ucapan kata-katanya, gangguan pada gerakan-gerakannya dan desorientasi waktu tempat dan lingkungan serta manusia. Termasuk desorientasi diri sendiri yakni penderita tidak lagi mengenal siapa sebenarnya dirinya sendiri.
Sudah distadium dininya, penderita mengalami kesulitan untuk membedakan waktu sore dengan pagi. Baru kemudian timbul disorientasi (kesulitan mengenal) tempat dan orang. Seperti misalnya, penderita tidak bisa mengetahui dimana dia berada dan tidak mengetahui pula nama-nama cucunya.
PENYAKIT ALZHEIMER akhir-akhir ini menjadi lebih terkenal berkat dua pribadi, masing- masing mantan bintang film Rita Hayworth, janda Aga Khan, dan mantan petinju tenar Sugar Ray, yang meninggal dunia akibat terkena penyakit Alzheimer. Penyakit ini sebagai mana dikatakan diatas adalah suatu kepetologian yang tergolong pada kelompok penyakit pikun di hari tua. Ia merupakan penyakit demensia prasenilis yang menjangkiti lobus frontal dan oksipital.
Dalam kajian klinik terbukti bahwa pada awalnya, penyakit Alzheimer menampilkan gejala dan tanda-tanda emosional dan perubahan suasana di hati. Pada penderita timbul rasa cemas, depresi dan ketidaktenangan. Pungsi intelektualnya mengalami erosi dan kemunduran. Penderita mengalami kesulitan-kesulitan untuk mengingat-ingat. Seringkali penderita tidak merasa dirinya sakit. Dan sebagai akibatnya, hubungan sosialnya mengalami banyak benturan. Usahanya untuk mendapatkan nafkah akan menjadi porak poranda. Penderita menjadi invalid, hidupnya tergantung pada belas kasihan orang lain.
Pada umumnya, Penyakit Alzheimer terjadi pada usi 40-60 tahun. Agak lebih dini dibandingkan dengan penyakit- penyakit pikun dihari tua yang lain yang terjadi pada usia diatas 70 tahun. Agak lebih dini dibandingkan Pada wanita jumlah kejangkitan Penyakit Alzheimer lebih besar dibandingkan dengan pria. Pada stadium penyakit yang cukup lanjut, penderita akan mengalami gangguan pada ucapan, gerakan serta desorientesi, yakni ketidakmampuan untuk mengenal tempat atau waktu atau bahkan untuk mengenal diri sendiri. Panyakit Alzheimer dapat mengakibatkan kelumpuhan fungsi intelek secara total dalam waktu beberapa bulan sampai sekitar 5 tahun, tergantung pada kecepatan pengembangannya. Penderita seringkali akan meninggal dalam waktu sepuluh tahun setelah saat berawalnya kepatologian tersebut. Ilmu kedoteran belum mengenal cara efektif yang dapat menyembuhkannya.
PENDERITA IKUN DIHARI TUA dan penyakit Alzheimer harus mendapat perawatan khusus.Sebaiknya penderita diberi kamar yang menyenangkan baginya yang disertai privacy yang sudah diakrabinya Jangan dirawat dalam sebuah kamar yang asing baginya. Tidak boleh mendapatkan sapaan yang menyakitkan hatinya. Tidak boleh menyinggung perasaannya. Berikan perhatian sesuai secukupnya.
Tidak ada obat yang dapat menanggulangi kedua penyakit tersebut. Kecuali perawatan sebaik-baiknya. Namun demikian pikun dihari tua dan mungkin juga penyakit alzhemeir dapat dicegah. Pencegahan atau sekurang-kurangnya penundaan terjadinya kedua penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara mencegah atau menunda terjadinya proses atrofi. Dapat anda lakukan dengan cara banyak mengaktifkan fungsi otak, antara lain dengan banyak membaca Al-Quran, serta memikirkan apa yang tersurat dan tersirat didalamnya. Didalam satu hadits, Nabi pernah bersabda bahwa orang yang menjadikan tadarus sebagai suatu kebiasaan akan dibebaskan dari kepikunan yang akan menimpanya di akhir hayat.
Disamping itu, Nabi juga memerintahkan umatnya agar tidak tidur sesudah waktu asar. Banyak kasus desorientasi semisal kasus yang tidak dapat membedakan waktu magrib dengan waktu subuh yang diremukan pada individu yang sering tidur setelah salat asar. Desorientasi waktu bisa dianggap sebagai awal dari penyakit kepikunan yang dapat berkembang menjadi penyakit pikun sempurna. Tidur setelah waktu asar akan mengakibatkan  pikun dihari tua atau penyakit Alzheimer pada usia yang relatif muda.

Ditulis kembali oleh : H. Subki El Madny

Sumber : Buletin Dakwah, Dewan Dakwah Islamiah Indonesia
No.10 Tahun ke XVII, Pebruari 1990

PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan Pesantren Global Madani  Aceh Utara melalui
Rekening kami  pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor rekening :
7650-01-008340-53-3, an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.

atau kami dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3








Komentar

Postingan populer dari blog ini

AQAIDIL IMAN (BAHASA ACEH DALAM TULISAN ARAB)

ASAL USUL KEJADIAN ALAM

JANGAN BERKHIANAT