BINATANG MASUK SORGA?


Sorga memang bukan kebun binatang. Keindahannya beserta nikmat yang ada didalamnya tidak dapat dibayangkan. Karena kondisi rilnya masih berstatus ghaib, atau belum terjangkau oleh panca indra. Kecuali sebatas yang diinformasikan oleh hadits dan al quran. Walaupun sorga bukan didesain untuk binatang namun dipastikan ada binatang yang menjadi penghuni sorga.
Binatang yang menjadi penghuni sorga, yaitu:
1.        Semut Nabi Sulaiman
Salah satu kelompok binatang yang dipastikan masuk ke dalam surga adalah semutnya Nabi Sulaiman As. Seperti yang diketahui beliau adalah nabi yang diberi mukjizat bisa berbicara dengan binatang, salah satunya adalah semut. Semut ini pernah membuat Nabi Sulaiman kagum saat bertanya padannya beberapa pertanyaan. Pertanyaan beliau mengenai rezeki: "Wahai semut apakah engkau yakin ada makanan cukup untuk kamu?". Semut pun menjawab: "Rizki di tangan Allah, aku percaya rizki di tangan Allah, aku yakin di atas batu kering di padang pasir yang tandus ini ada rizki untukku.

Pada suatu ketika Nabi Sulaiman bersama tentaranya memasuki kawasan yang dihuni oleh semut, lalu raja semut mengumumkan kepada semut supaya menghindar dan berlindung di barak asrama masing-masing kalau memang tidak mau dipijak oleh bala tentara Sulaiman. Peristiwa ajaib ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Quranul Karim.

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (النمل ١٨)

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"  (QS. An-Naml:18)

فتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِين(النمل-١٨)

Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh" (QS. An-Naml:19)

22.      Burung Hud-Hud
Selain semut, Nabi Sulaiman As juga memiliki kemampuan untuk berbicara dengan burung Hud-hud, yakni sejenis burung pelatuk. Burung ini dijadikan kurir oleh Nabi Sulaiman untuk mengantarkan surat kepada Ratu Balqis dan mengajaknya agar beriman
Kepada Allah SWT.

Ratu Balqis adalah seorang ratu yang memerintah negeri Saba’ yang beribukota di Ma’rib yang letaknya dekat dengan kota San’a ibukota Yaman sekarang. Kisah ini dapat kita lihat di dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 20-31.

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ
 (النمل ٢٠)

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir”.(QS. An Naml:20)
لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ(النمل ٢١)

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.(QS. An Naml:21)
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ َيقِيْنٍ (النمل٢٢)
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini” (QS. An Naml: 22)

(٢٣) إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.(QS. An Naml:23)


وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ الَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ (النمل ٢٤)
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (QS. An Naml:24)


أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ (النمل ٢٥)
Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.(QS. An Naml:25)


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (النمل ٢٦)

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai `Arsy yang besar. (QS. An Naml:26)

   قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (النمل ٢٧)
Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. (QS. An Naml:27)

اذْهَبْ بِكِتَابِي هَٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ (النمل ٢٨)
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan. (QS An Naml:28)


قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ (النمل ٢٩)

Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia”(QS An Namlu:29)

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ الَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم (النمل ٣٠)

Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(QS An Namlu: 30)

Demikian cerita burung hud-hud berdasarkan ayat Al Qur an, dimana burung tersebut selaian bertugas melakukan patroli udara juga berperan sebagai kurir yang membawa surat dari Nabi Sulaiman. Mungkin karena tugasnya yang amat berat mendukung dakwah Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, maka sudah sejarnya bila ia mendapat bonus masuk kedalam sorga.

3.        Unta Nabi Saleh
Binatang yang dipastikan masuk surga adalah untanya Nabi Shalih Alahissalam., Unta ini merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Saleh Alaihissalam namun dibunuh oleh kaumnya yang bernama Tsamud. Karena hal tersebut, maka Allah memberikan azab berupa dihancurkannya kaum Tsamud tersebut dan tidak ada satupun yang tersisa di muka bumi. Kisah mengenai unta Nabi Saleh Alaihissalam ini dapat dilihat dalam Al-Qur’an Surat Huud: 64-68.
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ (هود ٦١)
Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada bagimu Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari tanah dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya[5], kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat dan memperkenankan (doa hamba-Nya)."( QS Huud:61
 قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَذَا أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ (هود ٦٢)
Mereka (kaum Tsamud) berkata, "Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan[8], mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami."(QS. Huud:62)
 قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ (هود -٦٣)
Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku  dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya? Maka (perintah) kamu (kepadaku) hanya akan menambah kerugian kepadaku.(QS.  Huud: 63)
 وَيَا قَوْمِ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ (هود-٦٤)
Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah[11], dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab). "(QS. Huud:64)
 فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ ذَلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ (هود-٦٥)
Maka mereka membunuh unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, "Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari[12]. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."(QS. Huud:65)
 فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ (هود ٦٦)
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh, Tuhanmu, Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa. (QS. Huud:66)
 وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ (هود ٦٧)
Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. (QS. Huud: 67)
كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا أَلا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ أَلا بُعْدًا لِثَمُودَ (هود ٦٨)
Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka.Ingatlah, binasalah kaum Tsamud. ( QS. Huud:67)
Dari penjelasan diats dapat dipahami bahwa unta Nabi Saleh yang berasal dari sorga mati karena tindak kekerasan oleh kaum Tsamud. Karena unta itu berasal dari sorga wajar sekali kalau dikembalikan kesorga.

4.      Anak Sapi Nabi Ibrahim
Yaitu anak sapi yang disembelih oleh Nabi Ibrahim untuk memuliakan tamu yang tidak dikenal. Setelah dihidangkan mereka menolak untuk makan. “Mohon maaf kami ini malaikat, makanya kami tidak makan.” Kami hanya datang untuk menyampaikan kabar bahwa isteri anda telah melahirkan seorang anak yang bernama Ishaq.

Penjelasan lebih rinci dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur an pada Surat Adz-Dzariyat ayat 24-30.
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤)
 إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥)
فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦)
 فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلا تَأْكُلُونَ (٢٧)
 فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلامٍ عَلِيمٍ (٢٨)
 فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (٢٩)
 قَالُوا كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (٣٠)

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (QS.Adz- Dzariat:24)

(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mengucapkan, "Salaman.” Ibrahim menjawab, "Salamun, " (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. (QS. Adz- Dzariat:25)

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk(yang dibakar).(QS. Adz- Dzariat:26)

Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, "Silakan kamu makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan). (QS. Adz- Dzariat:27)

Karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka.
Mereka berkata, "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq). (QS. Adz-Dzariat:28)
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang), lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.”(QS. Adz-Dzariat:29)

Mereka menjawab, "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.(QS. Adz-Dzariat:30)

5.             Kambing Nabi Ismail
Kesabaran Nabi Ibrahim alaihissalam ketika menerima perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang bernama Ismail sebagai sembelihan kurban memang sungguh luar biasa. Demikian juga kesabaran Ismail dalam menghadapi ujian daripada Allah SWT tiada duanya didunia ini. Mengingat keikhlasan kedua ayah dan anak ini sudah berada pada tingkat “adi ikhlas” maka Allah menyelamatkan nyawa Ismail dari kematian dengan cara menggantikan leher Ismail dengan seekor kambing dari sorga. Ada sebagian riwayat yang menyebutkan bukan kambing tetapi dengan kibas dari sorga. Kambing atau kibas bukan masalah prinsip bagi kita, karena yang penting “kurban tidak memakan korban”.

Kisah dramatis ini dapat dikaji didalam Al Qur an didalam surat Ash-Shaafaat ayat 102-107.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصفت-١٠٢)
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".(Q.S Ash-Shaffaat:102)

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ(الصفت-١٠٣) 
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduany).(QS-Ash-Shaaffat: 103)

 وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ(الصفت-١٠٤) 
Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim.(QS-Ash-Shaaffat: 104)
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ(الصفت-١٠٥) 
Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. .(QS-Ash-Shaaffat: 105)


إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاء الْمُبِينُ (الصفت-١٠٦) 


Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.(QS. Ash- Shaffat:106)

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ(الصفت-١٠٧) 

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash- Shaffat:107)

Secara tersirat makna “ibadah kurban” adalah simbol penyelamatan agar setiap manusia berkenan menjadi penyelamat kepada korban kedhaliman, korban tindak kekerasan, korban kemiskinan, korban politik, maupun berbagai jenis korban lainnya. Dalam bertindak menghindari pengorbanan sia-sia seorang mukmin sejati rela berkurban walaupun jiwa sendiri menjadi taruhannya.
Kambing saja yang membela Nabi Ismail agar selamat dari mata pisau ayahnya, dapat penghargaan masuk sorga. Apalagi seorang manusia yang beriman jika dapat melakukan tindakan penyelamatan kepada sesama manusia, tentu saja akan mendahului kambing masuk kesurga.

6.      Lembu Nabi Musa
Lembu Nabi Musa tidak secara kebetulan masuk sorga, tetapi ada sebabnya. Sebabnya bukan karena lembu itu banyak amal ibadahnya. Tetapi ada nilai kebaikan yang pernah disumbang oleh lembu dalam menyelesaikan suatu kasus pembunuhan. Kasus pembunuhan yang terjadi ketika itu tidak mampu diungkapkan oleh aparat keamanan, karena tidak memiliki bukti otentik.
Atas dasar perintah Allah, Nabi Musa meminta kepada keluarga korban agar menyembelih seekor lembu betina dan mengambil ekornya sebagai alat deteksi sipembunuh.Nabi Musa memerintahkan agar jenazah korban dicambuk dengan ekor lembu tadi sebagai alat visum canggih dizaman itu. Setelah dicambuk, dengan kehendak Allah jenazah itu hidup kembali untuk memberikan kesaksian bahwa yang membunuhnya adalah keponakan sendiri. Selesai memberikan kesaksian maka korban pembunuhan itu dimatikan kembali oleh Allah subhanahu wata’ala.
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَهِلِينَ  (البقرة-٦٧)
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَاهِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ فَارِضُُوَلاَ بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُوا مَاتُؤْمَرُونَ (البقرة-٦٨)
 قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَالَوْنُهَا قّالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعُ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ (البقرة-٦٩)
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَاهِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِن شَآءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ (البقرة-٧٠)
 قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ ذَلُولُتُثِيرُ اْلأَرْضَ وَلاَ تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لاَّ شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الْئَانَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَاكَادُوا يَفْعَلُونَ  (البقرة-٧١)
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina. Mereka berkata, Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?Musa menjawab, Aku berlindung kepada Allah sekiranya menjadi seorang dari orang-orang yang jahil. (QS. Al Baqarah:67)
 Mereka menjawab, Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu?. Musa menjawab, sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara itu, maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. (QS. Al Baqarah:68)
Mereka berkata, Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya. Musa menjawab, Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya. (QS. Al Baqarah:69)
Mereka berkata,Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah:70)
 Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.Mereka berkata, Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. (QS. Al Baqarah:70)
 Bila diperhatikan penjelasan diatas, andaikan tidak ada lembu sungguh akan membingungkan hakim dalam menentukan vonis terhadap pelaku pembunuhan. Hukum maksimal dapat diterapkan, yaitu sipembunuh memang harus dibunuh sesuai dengan hukum pidana didalam Taurat. Tidak dapat diganti dengan hukuman penjara atau kurungan. Ketika itu hukum Taurat hanya berlaku dinegeri orang Bani Israil, sementara diluar negeri Bani Israil dianggap melanggar hak azasi, apalagi pembunuhan dilakukan tidak berencana.
7.    Ikan Paus
Dalam suatu perjalanan dakwah Nabi Yunus Alaihissalam, mennumpang perahu layar. Didalam perahu tidak hanya Yunus sendiri tetapi banyak juga penumpang lain. Ketika hampir berada ditengah laut tiba- tiba kapal tersebut hendak karam. Karena ombak ganas dan badai berhembus kencang nasib penumpang semakin tidak menentu.
Juru kemudi perahu mengambil tindakan darurat, dimana muatan perahu harus dikurangi. Dengan cara membuang penumpang kelaut. Untuk menentukan siapa yang akan dicampak kelaut pemilik kapal membuat undian.   hasil tarik undi ternyata Nabi Yunus mendapat jatah yang akan dicampak kelaut. Sesuai dengan kesepakatan untuk kepentingan orang banyak dibuanglah Yunus kelaut. Ketika timbul tenggelam Nabi Yunus didalam air datanglah seekor paus raksasa dan menelan Nabi Yunus.
Kita tidak mengerti apakah si paus menelan Nabiyullah karena sedang lapar atau ada seknario lain untuk menyelamatkan Nabi Yunus. Yang pasti pada suatu ketika Allah memerintahkan ikan paus untuk memuntahkan kembali Yunus tanpa cacat. Secara kasat mata, seandainya ikan paus tidak hadir ketika Yunus dibuang kelaut, sungguh Nabi Yunus telah terkubur didasar laut. Mungkin karena budi baik si paus, maka ia dimasukkan kedalam sorga. Sebesar apa aquarium yang harus dipersiapkan untuk ikan paus didalam sorga nanti. Wallahua’lam. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (الانبياء-٨٧)
Dan (ingatlah kisah) Dzunnun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap bahwa: ‘Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dhalim.’ (QS. Al- Anbiya :87)
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (الانبياء-٨٨)
Maka Kami memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikanlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al- Anbiya:88)
8.     Keledai Nabi ‘Udzair
‘Udzair salah seorang Nabi yang diutus oleh Allah kepada kaum Yahudi. Ketika ia dalam suatu perjalanan sampailah pada suatu perkampungan yang sudah hancur dan rusak binasa. Terbayang dalam hati Nabi ‘Udzair, bagaimana caranya bila Allah ingin menghidupkan kembali penduduk negeri ini. Allah memberi jawaban atas keheranan Nabi ‘Udzair dengan cara mewafatkannya. Setelah seratus tahun ‘Udzair dihidupkan kembali bersama dengan keledainya. Nabi ‘Udzair baru mendapatkan jawabannya. Rupanya begini caranya Allah menghidupkan makhluknya yang sudah mati. Untuk lebih jelas perhatikan ayat Allah berikut ini.
أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(البقرة-٢٥٩)

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur? Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: Berapakah lamanya kamu tinggal di sini? Ia menjawab: Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari. Allah berfirman: Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya, lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang).Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusi dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah:259)
9. Unta Nabi Muhammad SAW
     Dalam perjalanan hijrah Rasulullah bersama dengan Abubakar Ash-Shiddiq menumpang kenderaan unta. Ketika memasuki kota Madinah masyarakat setempat berebutan menginginkan agar Rasulullah singgah dan bertempat tinggal dirumahnya. Upaya memperebutkan “tamu mulia” hampir menimbulkan salimg sengketa antara mereka. Namun akhirnya Rasulullah mengambil jalan tengah dengan ucapan beliau : dimana unta ini berhenti disitulah kami akan bertempat tinggal. Akhirnya dengan iradah Allah Subhanahu wata’ala, unta tersebut singgah dirumah seorang sahabat Abu Aiyub Al- Anshari.
10. Anjingnya Ashhabul Kahfi
Ada enam orang pemuda yang tidak nyaman hidup dibawah kekuasaan pemerintah dhalim mengambil sikap untuk “mengasingkan diri” kesebuah gua disuatu pegunungan. Ashhab dapat diartikan dengan makna penghuni. Alkahfi mempunyai makna gua. Jadi ash-habul kahfi bermakna penghuni gua. Gua itu masih bisa dijumpai sekarang di Yordania. Yang bermaksud ziarah ke ash-habul kahfi dengan cara cukup gampang akan segera sampai kesana dengan cara beli paket umrah Mekah-Medinah – Masjidil Aqsha.
       Disamping enam orang pemuda ada seekor anjing penjaga pintu gua. Anjing tersebut akan dimasukkan kedalam sorga karena mal baiknya itu. Pemuda Ash-habul Kahfi tertidur pulus digua pengasingan dan baru terjaga setelah 300 tahun.Napak tilas pemuda Ash-habul Kahfi dijelaskan oleh Allah didalam Al-Qur an Surat Al- Kahfi ayat 9- 22.
Pengunjung blog yang terhormat dari 10 jenis binatang yang akan dimasukkan kedalam sorga modalnya hanya karena ada kesan berbuat baik membantu tugas kemanusiaan. Apa lagi kita manusia yang dapat berbuat melebihi binatang, tentu saja lebih patut dan berhak untuk masuk kedalam sorga. Rumus masuk sorga cukup sederhana. Lebih mudah daripada fungsi trigonometri, lebih gampang dari fungsi exponen, atau tidak sesukar transformasi Laplace. Rumus masuk sorga yaitu : amal/kejahatan ≥ 0,50

Ditulis oleh: H. Subki El Madny


PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan Pesantren Global Madani  Aceh Utara melalui
Rekening kami  pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor rekening :
7650-01-008340-53-3, an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.

atau kami dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3















Komentar

Postingan populer dari blog ini

AQAIDIL IMAN (BAHASA ACEH DALAM TULISAN ARAB)

ASAL USUL KEJADIAN ALAM

JANGAN BERKHIANAT