SURAT WASIAT LUQMANUL HAKIM
Siapakah Luqmanul Hakim?
Para ahli
tafsir berbeda pandangan. Ada yang mengatakan Luqmanul Hakim itu seorang Nabi,
yang hidup antara dua zaman, yaitu
antara zaman Nibi Isa dengan zaman Nabi Muhammad. Adapula yang berpendapat beliau
hidup dizaman Bani Israil. Tetapi pendaoat yang paling sahih dia bukanlah
seorang Nabi, tetapi sorang salihin yang diberi ilmu hikmah.
Bagi kita bukan
beda pendapat yang perlu ditonjolkan, tetapi nilai hikmah yang ada dibalik
wasiat itu yang bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi orang bijak yang
sedang berinvestasi untuk kepentingan mega proyek akhirat.
Wasiat Luqmanul Hakim kepada anaknya diceritakan kembali
oleh Allah kepada kita dalam Al-Qur anul Karim, pada Surat Lukman, ayat 12
sampai dengan 19, sebagai berikut:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ
الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ
لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيْدٌ ١٢
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِا
بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ
لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ
بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ
عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰى اَنْ تُشْرِكَ
بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى
الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ ۚ ثُمَّ
اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ١٥
يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ
حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى
الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ ١٦
بُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ
وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَۗ
اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ١٧
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ
لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ
مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ ١٨
وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ
وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ١٩
Wasiat 1
Dan sungguh telah kami berikan hikmah kepada
Luqman, yaitu bersyukurlah kepada Allah, dan barang siapa bersyukur kepada
Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa
tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji (Surat
Luqman, ayat 12)
Wasiat 2
Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada
anaknya, ketika ia menasehatinya, wahai anakku jangan kamu mempersekutukan
Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah merupakan kedhaliman yang sangat besar
(Surat Luqman, ayat 13)
Wasiat
3
Dan
kami perintahkan kepada manusia, agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan mengasuhnya dalam usia dua
tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku
tempat kamu kembali (Surat Luqman, ayat 14)
Wasiat
4
Dan
jika keduanya memaksakan dirimu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang
engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau mentaati
keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan
orang yang kembali kepada-Ku, dan hanya kepada-Ku tempat kamu kembali, maka Aku
akan memberi tahukan kepadamu, apa yang telah kamu kerjakan ( Lukman, ayat 15)
Wasiat
5
Wahai
anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada
dalam batu, atau dilangit, atau dibumi, niscaya Allah akan memberi balasan,
sesungguhnya Alah Maha Bijak dan Maha Teliti (Luqman, ayat 16)
Wasiat 6
Wahai anakku, laksanakan shalat, suruhlah
manusia berbuat makruf, dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar, dan
bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, karena sesungguhnya yang demikian
adalah pekerjaan yang diperintahkan (Luqman, ayat 17)
Wasiat 7
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena
sombong, dan janganlah kamu berjalan diats permukaan bumi dengan sombong, Allah
tidak menyukai orang orang sombong lagi membanggakan diri (Luqman, ayat 18)
Wasiat 8
Sederhanakanlah ketika kamu berjalan, dan
perlembutkan suaramu, karena seburuk buruk suara adalah suara keledai (Lukman,
ayat 19)
Wasiat Luqman lainnya akan dikutib
sebagaimana tertulis dalam kitab Tafsir Ruhul Ma’ani, dan kitab Hidayatullah
Mursyidin, sebagai berikut ;
Wasiat 9
Wahai anakku, ketahuilah sesungguhnya dunia
itu ibarat laut yang dalam, banyak manusia yang karam didalamnya, jadikanlah
taqwa sebagai kapal penyeberang, muatannya taqwa, dan layarnya tawakkal kepada
Allah.
Wasiat
10
Orang yang selalu siap
menerima nasehat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang
yang dirinya insaf dan sadar menerima
nasehat dari orang lain, tandanya orang itu senantiasa menerima kemuliaan dari
Allah. Orang yang dirinya merasa hina dalam beribadat, akan menimbulkan rasa
lebih dekat dengan Allah.
Wasiat 11
Kemarahan orang tua dalam
mendidik anaknya ibarat pemupukan bagi tanaman.
Wasiat 12
Wahai anakku, janganlah kamu berhutang,
karena sesungguhnya hutang itu membuat kamu hina diwaktu siang dan gelisah
diwaktu malam.
Wasiat 13
Wahai anakku, berharaplah selalu kepada
Allah agar kamu tidak mendurhakai-Nya, dan bertaqwalah kamu kepada Allah agar
engkau terhindar dari sifat berputus asa.
Wasiat 14
Memindahkan batu besar dari tempat rendah
ketempat tinggi lebih mudah dari pada memberi pengertian kepada orang yang
tidak mau mengerti.
Wasiat 15
Wahai
anakku, kamu pernah merasakan betapa susahnya memindahkan beban berat dari
suatu tempat ketempat lain, tetapi lebih susah lagi bila bertetangga dengan
orang jahat.
Wasiat 16
Wahai
anakku, kepahitan hidup yang paling berat adalah hidup dalam kemiskinan.
Wasiat 17
Wahai anakku, jauhilah sifat
dusta, neskipun ketika berdusta terdapat lezatnya, namun akibatnya tetap akan
berbahaya.
Wasiat 18
Wahai anakku, jika kamu
dihadapkan pada dua pilihan, menziarahi orang mati atau menghadiri pesta
perkawinan, maka pergilah melayat orang mati, karena melayat orang mati, akan
mengingatkan kamu kepada negeri akhirat, sedangkan menghadiri pesta perkawinan
hanya akan mengingatkan kamu kepada dunia saja.
Wasiat 19
Wahai anakku, jangan kamu makan
sampai kenyang berlebihan. Sesungguhnya yang berlebihaan itu lebih baik
diberikan kepada anjing daripada kamu memakannya.
Wasiat 20
Wahai anakku, janganlah kamu telan
karena manisnya, dan jangan dimuntahkan karena pahitnya.
Wasiat 21
Makanlah bersama dengan orang
taqwa, konsultasikan semua urusanmu dengan para ulama.
Wasiat 22
Bukanlah suatu kebaikan bila kamu mempelajari
segala ilmu yang belum kamu ketahui, sementara ilmu yang sudah didapatkan belum
sempat diamalkan.
Wasiat 23
Wahai
anakku, bila kamu ingin menjadikan seseorang sebagai sahabatmu, maka terlebih
dahulu ujilah kesetiaannya dengan cara membuat dia marah, jika dalam
kemarahannya dia masih memaafkanmu, maka hendaklah dia dijadikan sahabat, jika
tidak demikian hendaklah kamu berhati hati.
Wasiat 24
Jaga tutur
katamu, permanis wajahmu niscaya kamu akan disukai oleh manusia melebihi
kesukaan mereka kepada orang yang pernah memberikan sesuatu yang berharga
kepada mereka.
Wasiat 25
Wahai
anakku, jika kamu bersahabat maka tempatkan dirimu sebagai orang yang tidak
mengharapkan sesuatu daripadanya, dengan
demikian dia akan selalu mengharapkanmu.
Wasiat 26
Wahai
anakku, jadikan dirimu dalam segala tindakan dan kegiatanmu bagaikan orang yang
tidak mengharapkan pujian, dan dapat terhindar dari cemoohan.
Wasiat 27
Wahai
anakku, upayakan agar dari mulutmu tidak keluar kata kata kasar dan keji,
sesungguhnya kamu akan selamat bila bersifat pendiam. Jika kamu terpaksa harus
berbicara, bicaralah yang mendatangkan manfaat bagi orang lain.
Wasiat 28
Wahai
anakku, janganlah kamu terpedaya oleh dunia, karena kamu dijadikan Allah bukan
untuk kepentingan dunia semata mata. Tiada makhluk yang hina dalam pandangan
Allah selain daripada manusia yang telah terpedaya oleh dunia.
Wasiat 29
Wahai
anakku, janganlah kamu ketawa jika bukan karena sesuatu yang menggelikan,
jangan berjalan tanpa arah tujuan, jangan bertanya akan sesuatu yang tidak
berguna bagimu, Jangan kamu menyianyiakan hartamu sedangkan harta orang lain
kamu jaga, karena sesungguhnya hartamu adalah harta yang kamu usahakan,
sedangkan harta orang lain bukanlah milikmu.
Wasiat 30
Wahai anaku,
siapa yang penyayang tentu akan disayang, siapa yang tidak bijak menjaga
lidahnya niscaya dia menghadapi penyesalan.
Wasiat 31
Wahai
anakku, bergaullah dengan ulama dan perhatikan segala nasehatnya.
Sesungguhnya hati itu akan selalu hidup dengan adanya cahaya iman, sebagaimana
tanah menjadi subur karena disirami air hujan.
Wasiat 32
Wahai
anakku, ambillah kekayaan dunia sekedar keperluan, sedang selebihnya nafkahkan
untuk kepentingan akhirat.Jangan kamu buang kekayaan dunia karena kamu akan
menjadi pengemis. Bila kamu menjadi pengemis akan bertambah berat beban orang
lain. Jangan bersahabat dengan orang jahil dan jangan pula kamu bersahabat
dengan orang bermuka dua.
Pengunjung
blog yang terhormat, semoga wasiat Luqmanul Hakim, walaupun kita bukan anaknya,
pasti ada nilai nilai positif yang bermanfaat untuk menerangi jalan kehidupan.
Sejahat jahat manusia adalah manusia yang mengabaikan nasehat agama.
Ditulis oleh : H. Subki El Madny
PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan
Pesantren Global Madani Aceh Utara
melalui
Rekening kami pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor
rekening :
7650-01-008340-53-3,
an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.
atau kami
dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja
di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3
Komentar
Posting Komentar