NASEHAT ANJING
Namanya saja anjing. Memang beda dengan binatang yang lain. Bila
ada orang sedang emosi yang dengan terpaksa harus memaki lawannya dengan
menggunakan kata kata anjing baru mantap dan merasa puas. Anjing, kau!! Ketika
posisi manusia disamakan dengan anjing, tidak ada manusia yang tidak
memperlihatkan kemarahannya.
Itu sebagai pertanda, binatang itu tidak terhormat. Didalam fiqh
Islam, bila sesuatu benda dijilat anjing, maka untuk mensucikan benda tersebut,
harus dibasuh 6 (enam) kali dengan air muthlaq dan 1 (satu) kali dengan air
bercampur tanah. Walaupun binatang ini dianggap hina, namun ada beberap
kelebihan pada binatang tersebut.
Kelebihannya antara lain mudah dilatih dan memiliki indra penciuman
yang melebihi makhluk lain. Karena ada lebihnya maka anjing sering dilibatkan
dalam mencari ganja dan narkotika, termasuk mencari korban dibawah reruntuhan.
Ada cerita menarik tentang anjing. Pada suatu ketika ulama sufi
kharismatik dari aliran mahabbah,
namanya Syekh Abu Yazid Busthami ditegur oleh anjing.
Cerita menarik itu terjadi manakala Syekh Abu Yazid Busthami sedang
berjalan sendirian dimalam hari, tiba tiba muncul seekor anjing berjalan
kearahnya. Syekh Yazid coba menghindar, namun anjing itu semakin mendekat.
Syekh Yazid siap siaga menghadapi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
Beliau mengangkat jubah karena khawatir bila tersentuh dengan anjing yang
bernajis itu.
Anjing berhenti didepannya dan saling beradu pandang. Syekh Yazid
mendengar seakan akan anjing berkata. Tuan Syekh, tubuhku kering tidak akan
menyebabkan najis pada pakaianmu. Kalaupun terkena najis, kamu tinggal membasuh
7 kali dengan air muthlak, 1 kali diantaranya dengan air bercampur tanah, maka
najis ditubuhmu akan hilang.Tetapi jika engkau mengangkat jubahmu karena
menganggap dirimu sebagai manusia lebih mulia, dan diriku sebagai anjing lebih
hina, maka ketahuilah wahai Tuan Syekh, bahwa najis yang menempel dihatimu,
tidak akan bersih walaupun dibasuh dengan air 7 samudera.
Abu Yazid tertunduk malu dan memohon maaf . Abu Yazid mengajak
anjing untuk bersahabat, tetapi anjing menolaknya.Anjing berkata: Sungguh
diluar kepatutan bila engkau bersahabat denganku, karena manusia terlanjur
menganggapku begitu hina. Pada hal aku telah berserah
diri pada Pencipta wujud ini. Aku ikhlas dicipta sebagai anjing, karena Maha
Pencipta yang tahu kenapa aku mesti menjadi anjing.
Aku sebagai anjing bertawakal kepada-Nya dalam semua permasalahan
hidup termasuk dalam hal makanan. Aku yakin Allah tetap memberikan makan
kepadaku, sehingga aku tidak menyimpan walau sepotong tulang untuk kebutuhan
besok pagi. Sementara kamu menyimpan berkarung karung gandum karena takut
lapar, sementara orang lapar disekelilingmu kamu lupakan.
Lalu anjing berlari sambil mengkipas kipas ekornya meninggalkan Syekh
Abu Yazid Busthami, sementara Abu Yazid masih terdiam.Dalam hatinya ia
berkata: Ya Allah untuk berkawan dengan
seekor anjing dianggap belum cukup layak, apalagi mencintai-Mu, tentu saja
lebih tidak pantas. Ya Allah ampunilah aku dan sucikan hatiku.
Ditulis Oleh : H. Subki El Madny
PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan
Pesantren Global Madani Aceh Utara
melalui
Rekening kami pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor
rekening :
7650-01-008340-53-3,
an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.
atau kami
dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja
di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3
Komentar
Posting Komentar