MENYESAL
Artikel
MENYESAL ini ditulis sebagai sirene
peringatan dini bagi semua pihak terutama generasi muda agar tidak
tersandung oleh batu “MENYESAL” dikemudian hari.
Biasanya
“MENYESAL” terjadi karena salah menentukan kebijakan terhadap sesuatu masalah.
Malas
belajar akan menyesal dihari tua.
Malas
berusaha akan menyesal bila harus berurusan kemelaratan
Malas
merawat kesehatan akan menyesal bila harus berurusan dengan penyakit
Malas
beribadah akan menyesal dialam kubur.
Malas
beribadah akan menyesal bila direkomendasikan menjadi warga neraka.
Singkat
cerita: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna
Berikut
ini ada sebuah puisi yang digubah oleh Ali Hasymi, judulnya MENYESAL.
Ali
Hasymi adalah termasuk dalam kelompok Pujangga Baru. Beliau pernah menjadi
Gubernur Aceh.Pernah juga menjadi Rektor Institut Agama Islam Negeri Arraniry. Banda Aceh. Pernah menjabat Ketua Majlis Ulama Indonesia Propinsi Aceh.
Meskipun
ia menulis puisi dengan judul MENYESAL, namun ia tidak pernah menyesal karena
hidupnya tergolong sukses. A. Hasymi putra terbaik bangsa yang lahi di Aceh
Besar pada 28 Maret 1914 dan meninggal pada 18 Januari 1998, hanya berharap
agar semuanya, terutama yang sempat membaca MENYESAL tidak akan terserang penyakit”MENYESAL”
dihari tua nanti. Apa kata beliau dalam puisi MENYESAL baca sampai tuntas artikel ini.
MENYESAL
Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Bukan salah bunda mengandung
Buruk suratan tangan sendiri
Sudah nasib sudah untung
Hidup malang hari kehari
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju abah padang bakti.
Waspadalah agar tidak menyesal
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam siriang riang
Menangis mayat di pintu kubur
Menyesali badan tidak sembahyang
Ditulis oleh : H. SUBKI EL MADNY
PENGUNJUNG BLOG YTH.
Bantulah pembangunan
Pesantren Global Madani Aceh Utara
melalui
Rekening kami pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), nomor
rekening :
7650-01-008340-53-3,
an. Yayasan Al Madaniyah Aceh Utara.
atau kami
dapat juga dibantu dengan cara para pengunjung blog ini
berbelanja
di https://berikhtiar.com/nikmat.rabbi.ab3
Komentar
Posting Komentar